Search

Terpopuler - Dunia dalam Berita, Berita dalam Dunia

SEMUA orang kini berlomba menjadi wartawan, mewartakan semua yang dilihat, memberitakan semua yang didengar. Bahkan, yang tak punya bahan berita juga berlomba memberitakan berita orang lain. Benar salah kemudian menjadi tak penting sebagai pertimbangan, yang penting memberitakan. Orang menjadi gelisah dan menderita juga tak menjadi pertimbangan, yang penting dirinya tampil sebagai pemberi berita.

Berita miring atau setengah miringpun berkeliaran. Kasihan sekali jika sang korban tak punya media untuk menjawab. Seorang anggota jamaah pengajian ada yang mengeluh pada gurunya tentang nasib dirinya yang selalu menjadi perbincangan tak nyaman. Dia berkata: "Guru, mereka membenciku dan berbicara jelek tentangku. Apa yang harus aku lakukan?"

Sang Guru menjawab: "Tak usah kau tanggapi. Buktikan saja bahwa mereka itu salah, dengan cara memperbaiki sikapmu. Kadangkala, menjawab hinaan itu hanya akan menambah ramai suasana. Menjawabnya dengan diam dan perbaikan diri adalah cara jitu membuktikan bahwa dirimu baik."

Kemudian sang guru itu menterjemahkan nasehatnya itu dalam bahasa Inggris: "Let them hate, let them talk, prove them wrong." Lalu, beliau menutup kalimatnya dengan terjemahan bahasa Madura: "Dhina mask oreng bennya' pegghel bhan abhanta jubha' tentang bha'na, bhuktyagi orng jheriya sala." Salam, AIM. [*]

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Terpopuler - Dunia dalam Berita, Berita dalam Dunia : http://ift.tt/2onmk9V

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Terpopuler - Dunia dalam Berita, Berita dalam Dunia"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.