Search

Terpopuler - Lautan dalam Renungan

BARU saja menyeberangi lautan. Malam hari memang tak menampakkan wajah asli lautan. Namun wataknya yang memamerkan ombak dengan bunyi khas air tertabrak ujung sampan yang kami tumpangi cukup mampu mengetuk kesadaran hati merenungkan keagungan Allah.

Kata para ahli bumi, bumi ini 72% adalah lautan dan sisanya adalah daratan. Tetapi mengapa kesan bumi sebagai daratan lebih kuat dari kesannya sebagai lautan? Sepertinya, bukan mayoritas yang memenangkan kesan, tetapi peranlah yang menentukan. Walau umat Islam di Indonesia adalah mayoritas dari sisi kuantitas, bukan tidak mungkin kesan islami itu menghilang saat peran muslim memang minoritas dalam fakta.

Ombak malam ini tak bisa dibilang kecil walau juga tak bisa dibilang besar. Namun beberapa pantulan air ombak yang menabrak dinding pinggir perahu sempat juga sampai ke atas atas bibir bawah hidungku. Kucoba menjilatnya, rasanya asin. Iya, asin sebagaimana rasa lautan yang lain. Teringatlah saya pada kata seorang pujangga bernama Kahlil Gibran: "Setetes air lautan sangat mungkin mengungkap rahasia semua lautan." Kalimat pendek ini sangatlah dalam maknanya.

Orang tak perlu mengetahui keseluruhan bagian dari hidup kita untuk tahu kita yang sesungguhnya. Kadangkala, satu ucapan atau satu gerakan kita sudah cukup menjadi pertanda siapa kita. Itulah sebabnya mengapa kita harus selalu berhati-hati dalam bertutur dan bertingkah. Meski demikian, untuk kita, janganlah mudah menghakimi orang lain. Jangan-jangan ilmu kita belum cukup utuk memahami satu tetes air laut itu. Salam, AIM, pengagum laut. [*]

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Terpopuler - Lautan dalam Renungan : http://ift.tt/2DDI2eQ

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Terpopuler - Lautan dalam Renungan"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.