Search

Terpopuler - IHSG Rontok 1,7%, Resesi AS Kian Dekat?

INILAHCOM, Jakarta - IHSG merah dan jatuh hingga 1,7% ke 6,411,25 pada penutupan perdagangan Senin (25/3/2019). Apa potensi resesi di AS sudah menjalar secara global?

Volume perdagangan mencapai 13,4 miliar saham senilai Rp8,08 triliun saat penutupan. Pelemahan seiring 315 saham yang turun, meski 109 saham masih bisa naik dan 109 saham tetap stagnan. Sementara indeks mengalami net foreign sell sebesar Rp147,85 miliar. Dengan penjualan investor asing mencapai Rp2,07 triliun. Sedangkan pembelian investor asing sebesar Rp1,9 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Hariyanto Wijaya mengatakan rontoknya IHSG dan Bursa Asia kemarin diakibatkan kekhawatiran tentang potensi resesi di AS. "Perdagangan mixed hingga melemah, dibalik sentimen negatif dari pasar modal AS, Jumat (22/3/2019) pekan lalu," kata Hariyanto kepada INILAHCOM.

Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, Wall Street merosot tajam. Alasannya karena melambatnya prospek ekonomi dan US yield curve inverted (kesenjangan antara suku bunga 3 bulan dan 10 tahun sekarang negatif) untuk pertama kalinya sejak 2007.

Ini menjadi indikator potensial bahwa AS mungkin menuju resesi. Dampaknya, indeks Dow turun 1,77%, S&P kehilangan 1,90%, sementara Nasdaq merosot 2,50%.

Pelaku pasar mewaspadai ancaman resesi Amerika Serikat karena kurva imbal hasil menunjukkan bahwa instrumen utang jangka panjang (tenor lebih dari 30 tahun) memiliki imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan instrumen utang jangka pendek (tenor lima-10 tahun) dengan kualitas kredit yang sama.

Hal ini dinamakan inverted yield curve dan ini biasanya terjadi menjelang resesi di AS. Kurva terbalik atau kadang-kadang juga disebut kurva negatif pernah terjadi pada tahun 2005, 2006, 2007 dan akhir 2018.

"Jika dilihat dan dihubungkan dengan indikator di atas untuk sementara kenaikan akan terbatas dengan kecenderungan koreksi terlebih dahulu," kata Hariyanto.

Sementara, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi menganggap pelemehan indeks di pagi ini merupakan hal yang biasa saja.

"Ini kan hanya sementara, biasa naik turun. Ini masih oke," kata Inarno saat ditemui di Gedung BEI Jakarta, Senin (25/3/2019).

Menurut dia, anjloknya IHSG karena imbas dari tanda-tanda resesi di Amerika Serikat (AS). Tanda itu muncul dari pasar obligasi pemerintah AS atau US Treasury. [hid]

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Terpopuler - IHSG Rontok 1,7%, Resesi AS Kian Dekat? : https://ift.tt/2CNqyPt

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Terpopuler - IHSG Rontok 1,7%, Resesi AS Kian Dekat?"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.