Search

Terpopuler - Kepleset Beras Oplosan, AISA Berawal Pabrik Bihun

INILAHCOM, Jakarta - Kasus beras oplosan yang menyeret PT Indo Beras Unggul (IBU), anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), memang bikin heboh. Ternyata, AISA awalnya adalah pabrik bihun (mie).

Dari penelusuran, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2003. Awalnya memang dari bisnis bihun kering (mie) cap Cangak Ular, meluas ke bisnis beras dan kelapa sawit.

Entah hanya kebetulan atau disengaja, TPS sesuai pendirinya yakni Tan Pia Sioe. Berdiri pada 1959 di Sukoharjo, Jawa Tengah. Selanjutnya dibentuklah perseroan pada 1992 menjadi PT Tiga Pilar Sejahtera yang dikomandoi Joko Mogoginta, Budhi Istanti dan Priyo Hadisutanto.

Produk utama dari PT TPS adalah bihun kering dan mie kering. Karena permintaan terus meningkat, didirikanlah pabrik baru di Karang Anyar, Jawa Tengah, berkapasitas 30.000 ton per tahun.

Delapan tahun kemudian, PT TPS kembali membangun pabrik makanan terpadu seluas 25 hektar di Sragen, Jawa Tengah. Rupanya, perusahaan ini berancang-ancang untuk memroduksi mie instant.

Barulah pada 2003, PT TPS melakukan backdoor listing dengan mengakuisisi PT Asia Inti Selera. Dengan akuisisi Asia Inti Selera, PT TPS mengambil alih pabrik mie cap Ayam 2 Telor.

Pada tahun yang sama, PT TPS melakukan Penawaran Umum Terbatas I. Serta merubah nama menjadi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (TPSF), berkode saham AISA.Sempat berubah logo pada 2007, setahun berikutnya, melakukan penawaran umum terbatas II.

Tahun terus berganti, bisnis TPSF di sektor makanan makin menggurita saja. Padahal, diawali dengan hanya memroduksi mie kering, mie kering premium, bihun, dan bihun premium. Berbagai merek dagang yang dilahirkan adalah mie cap Ayam 2 Telor, mie Superior, Filtra, dan Buah Kurma.

Tak berhenti di situ, TPSF merambah bisnis makanan kecil yang digemari anak-anak. Diakuisisilah Taro senilai Rp240 miliar dari PT Unilever Indonesia.

Barulah pada 2010, TPSF merambah bisnis sawit dan beras. Anak usaha mereka adalah PT Dunia Pangan, merubah padi basah petani menjadi beras dengan mesin modern. Selanjutnya, TPSF mengakuisisi perusahaan padi modern PT Jatisari Sri Rejeki di Cikampek, Jawa Barat.

Kemudian mengakusisi PT Indo Beras Unggul (IBU) dari PT Alam Makmur Sembada yang dikenal sebagai produsen beras merek Ayam Jago. Dari perusahaan ini bisa diproduksi 800 ton gabah.

Selanjutnya pada Kamis (20/7/2017), gudang beras milik PT IBU digrebek Satgas Pangan Mabes Polri. Tak tanggung-tanggung, Kapolri jenderal Tito Karnavian memimpin langsung operasi ini. Ditemukan, sebanyak 1.162 ton beras bersubsidi dari jenis IR 64. Masalah ini bisa jadi bola liar. Kita tunggu saja perkembangannya. [ipe]

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Terpopuler - Kepleset Beras Oplosan, AISA Berawal Pabrik Bihun : http://ini.la/2392800

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Terpopuler - Kepleset Beras Oplosan, AISA Berawal Pabrik Bihun"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.