
INILAHCOM, Jakarta - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengaku tidak bisa menjelaskan soal khilafah. Menurut dia, menang khilafah ditentang oleh banyak negara seperti yang disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
"Saya bukan ahli agama. Pak Din Syamsuddin pun bilang khilafah itu kan ditentang oleh banyak," kata Gatot ketika diwawancarai televisi swasta yang dikutip Jumat (12/4/2019).
Akan tetapi, Gatot mengalami bahwa mayoritas masyatakat Indonesia adalah Islam. Namun, para ulama juga sejak sebelum kemerdekaan sampai Indonesia merdeka pun tidak pernah memaksakan sebagai umat yang mayoritas dengan kaidah-kaidah agama dalam pemerintahan.
"Contohnya tidak melakukan syariat Islam bagi pemeluknya, tapi Ketuhanan Yang Maha Esa. Makanya saya katakan bahwa pancasila hadiah dari umat Islam," ujarnya.
Memang, kata Gatot, konsekuensinya apabila ada pihak yang diduga ingin mengganti ideologi Pancasila tentu akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Jadi, tidak perlu juga dikhawatirkan.
"Konsekuensinya dan sudah dibuktikan siapa pun yang bertentangan dengan Pancasila pasti masyarakat mencegahnya bersama-sama TNI. Jangan khawatir, kan masyarakat dewasa kok," jelasnya.
Oleh karena itu, Gatot mengajak kepada semua elit maupun elemen masyarakat untuk tidak memecah belah demi meraih kekuasaan. Sebab, masyarakat sudah terbelah dari Pemilu 2014.
"Mari kita sama-sama masyarakat yang sudah terbelah dari 2014. Sekarang bukan makin dibelah, tapi justru disatukan dengan bahasa-bahasa yang sejuk," tandasnya. [rok]
Baca Kelanjutan Terpopuler - Gatot: Pancasila Hadiah dari Umat Islam : http://bit.ly/2v9QYXrBagikan Berita Ini
0 Response to "Terpopuler - Gatot: Pancasila Hadiah dari Umat Islam"
Posting Komentar