
INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan Partai Golkar terancam tidak masuk ke dalam peringkat dua besar pemenang Pemilu 2019.
Adjie mengaku survei dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 dengan melibatkan 1.200 responden di 33 provinsi Indonesia. Adapun pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah jika pemilu legislatif dilakukan hari ini, maka partai mana yang akan dipilih.
Dari 1200 respoden, sebanyak 24,8 persen memilih PDIP dan Gerindra sebesar 13,1 persen. Sementara Golkar sebesar 11,3 persen.
Adjie menjelaskan selama empat kali pemilu di era reformasi Golkar selalu berada di peringkat dua besar. Namun saat ini Golkar terancam keluar dari peringkat dua besar tersebut.
"Kalau dilihat perubahan posisi Golkar dikarenakan soal dua faktor, yakni kasus mantan Ketum Golkar Setya Novanto dan kasus korupsi baru PLTU Riau menjadi beban Golkar," jelasnya.
Dia menilai sentimen negatif tersebut berdampak buruk bagi elektabilitas Golkar jelang Pemilu 2019. Selain itu, tidak diimbangi dengan sikap Golkar yang tidak membangun sentimen positif.
"Kemudian kedua, tidak adanya kader atau tokoh dari Golkar menjadi capres dab cawapres di Pemilu 2019," ucapnya.
Selanjutnya, PDIP dan Gerindra semakin kuat karena mengusung capres yang terasosiasi dengan parpol masing-masing. Menurutnya, perlu ada perubahan dan gebrakan luar biasa untuk menciptakan efek elektoral positif terhadap Golkar.
"Tapi Golkar masih bisa merebut 25,2 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya di Pemilu 2019, maka afa upaya bagi pohon beringin tersebut mengubah oeta dukungan jelang Pemilu 2019," ungkapnya. [ton]
Baca Kelanjutan Terpopuler - Golkar Terancam Tak Masuk Peringkat di Pemilu 2019 : https://ift.tt/2MoKlq0Bagikan Berita Ini
0 Response to "Terpopuler - Golkar Terancam Tak Masuk Peringkat di Pemilu 2019"
Posting Komentar