Search

Kembali Muncul Modus Penipuan Undangan Pernikahan, Kali Ini Format PDF - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Penipuan online berkedok undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp, kembali terjadi.

Sebelumnya, pelaku akan mengirimkan undangan nikah berformat APK dan meminta korban untuk menginstalnya. Namun kali ini, undangan pernikahan palsu dikirim dalam format PDF.

Diunggah oleh akun Twitter ini pada Jumat (26/5/2023), unggahan soal modus undangan pernikahan disertai dengan tangkapan layar pesan dari pelaku.

Tampak dalam tangkapan layar, pelaku tanpa memperkenalkan diri langsung meminta penerima pesan untuk datang ke pernikahannya.

Pelaku juga mengirimkan file PDF berukuran 5,8 MB dengan nama "Undangan PERNIKAHAN".

"Mohon doanya dan kehadiran BAPAK/IBU sekeluarga di acara pernikahan saya, terima kasih," pesan pelaku," tulis pelaku dalam pesannya.

Twit penipuan modus undangan pernikahan ini pun menarik perhatian lebih dari 1,5 juta pengguna Twitter.

Adapun hingga Sabtu (27/5/2023) siang, twit viral ini telah disukai lebih dari 10.200 pengguna dan dibagikan ulang oleh lebih dari 1.191 warganet.

Baca juga: Penipuan Berkedok Ditjen Pajak Kirim File APK Melalui WhatsApp, Pakar: DJP Kurang Tanggap

Undangan nikah format APK berkedok PDF

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengungkapkan, penipuan kali ini menggunakan cara yang sama dengan sebelumnya.

"Persis sama, hanya temanya saja menggunakan undangan nikah. Rekayasa sosialnya menggunakan tema undangan nikah," kata dia, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Kendati berkas yang dikirim tampak berformat PDF, dia mengatakan bahwa penipuan ini pasti melalui file APK.

Sebagai informasi, file APK atau Android Package Kit adalah sebuah format berkas yang digunakan untuk menginstal perangkat lunak atau aplikasi pada Android.

Sementara Portable Document Format atau PDF adalah format berkas yang menampilkan dokumen dua dimensi.

Baca juga: Ramai soal Penipuan Kirim Link Klarifikasi Unggahan Medsos, Pakar: Itu Modus Phishing

Pada penipuan kali ini, menurut Alfons, pelaku mengganti nama atau rename berkas dengan akhiran .pdf, sehingga tampilan saat dikirimkan menjadi PDF.

Alfons pun mencontohkan dengan mengirim berkas format APK yang telah diganti nama dengan akhiran titik PDF.

Hasilnya, file yang sebenarnya adalah APK terlihat persis seperti PDF pada umumnya.

"Pasti APK. Bisa saja di-rename jadi .pdf," ujar Alfons.

Baca juga: Penipuan Modus Surat Tilang yang Kirim File APK via WhatsApp, Kenali Cara Kerja dan Bahayanya!

Tujuan penipuan mencuri SMS

Alfons melanjutkan, semua penipuan dengan modus mengirimkan berkas melalui pesan WhatsApp ini bertujuan agar korban menjalankan tautan yang dikirim,

Saat dijalankan, aplikasi kemudian akan mencuri SMS yang masuk ke dalam ponsel korban.

"SMS yang masuk dicuri dan diteruskan ke akun Telegram penipu secara otomatis. Aplikasi aslinya bernama 'SMS to Telegram'," kata dia.

Sebelumnya, dikutip dari Kompas.com (28/1/2023), Alfons menjelaskan bahwa saat APK berbahaya ini dijalankan, sebenarnya akan muncul beberapa peringatan.

Jika peringatan tersebut diabaikan, maka akan muncul peringatan lain saat memberikan akses SMS kepada aplikasi yang akan diinstal.

Bukan hanya SMS, tetapi juga peringatan untuk memberikan akses data dokumen dan foto perangkat kepada aplikasi berbahaya.

Namun, kemungkinan korban tidak terbiasa memperhatikan peringatan tersebut dan dengan mudah memberikan persetujuan atau "Allow" tanpa membaca maupun mengerti akibatnya.

"Aplikasi yang berhasil terinstal akan menjalankan aksinya untuk mencuri saldo korban," jelasnya.

Baca juga: 6 Modus Penipuan via WhatsApp, Terbaru Menyelesaikan Tugas dengan Like dan Subscribe

Dia pun mengimbau agar masyarakat terutama pengguna m-banking untuk ekstra hati-hati dengan cara:

  • Jangan instal aplikasi apa pun dari luar Google Play Store
  • Jangan berikan akses baca atau kirim SMS ke aplikasi tidak dikenal
  • Pantau aplikasi yang bisa mengakses SMS dan hapus aplikasi yang tidak esensial
  • Jika menemukan aplikasi pencuri SMS, segera hapus dan reset m-banking.

Pengguna m-banking yang sudah terlanjur menginstal APK juga dapat segera mengganti kata sandi dan PIN persetujuan transaksi.

Jika masih ragu, bisa juga mengganti akun m-banking atau memilih penyedia m-banking yang memberikan pengamanan lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)



"tren" - Google Berita
May 27, 2023 at 04:00PM
https://ift.tt/Itb9gPW

Kembali Muncul Modus Penipuan Undangan Pernikahan, Kali Ini Format PDF - Kompas.com - KOMPAS.com
"tren" - Google Berita
https://ift.tt/uqrcVMo
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Kembali Muncul Modus Penipuan Undangan Pernikahan, Kali Ini Format PDF - Kompas.com - KOMPAS.com"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.