Search

Psikolog Sebut Tren Egg Crack Challenge Bisa Rusak Mental Anak - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

The egg crack challenge atau tren memecahkan telur menggunakan dahi anak tengah ramai jadi perbincangan di media sosial. Tren ini dilakukan sejumlah orang tua yang mengajak anak memasak di dapur, tapi kemudian memecahkan sebutir telur di dahi anaknya dengan tiba-tiba.

Reaksi anak-anak ini beragam. Ada yang kaget lalu tertawa, bingung, dan banyak juga yang kemudian menangis karena merasa tersakiti. Semua ekspresi ini dibagikan orang tua mereka melalui media sosial TikTok.

Tren ini kemudian menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang menganggap egg crack challenge menyakiti anak kecil, baik itu secara fisik maupun mental mereka.

Praktisi psikologi anak usia dini, Aninda mengatakan tren tersebut tidak memiliki manfaat sama sekali. Tren ini justru bisa menyakiti anak secara psikis karena merasa disakiti oleh orang tua mereka.

"Saya melihat hal ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Malah anak jadi merasakan emosi negatif, dia merasa orang tuanya telah menyakiti mereka melalui challenge tersebut," kata Aninda saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (23/8).

Padahal kata dia, figur orang tua seharusnya memberi rasa aman dan nyaman bagi anaknya. Tapi dengan melakukan challenge tersebut anak jadi berpikir bahwa orang tuanya tidak menyayangi mereka dan dengan mudah menyakiti hanya untuk sebuah video viral.

"Makanya tidak heran reaksi anak-anak ini kebanyakan diam dulu, kaget, bingung. Lalu mereka menangis. Bukan karena sakit, tapi psikis mereka yang tersakiti," katanya.

Bukan hanya itu, challenge ini juga sedikit banyak mengajarkan anak untuk melakukan kekerasan. Anak dengan mudah menyerap apa yang dilakukan orang tua mereka dan bisa mengaplikasikannya ke orang lain.

Ketika orang tua memberi contoh bahwa tidak apa-apa memukul jidat orang lain dengan telur hanya untuk bercanda, anak bisa melakukan hal yang sama ke orang lain.

"Orang tuanya menganggap ini guyonan. Anaknya akan meniru, dia bisa melakukan hal tersebut melukai orang lain lalu bilang 'oh kan aku cuma bercanda seperti mama'," kata dia.

Menurut Aninda, tren ini sama sekali tidak cocok untuk bahan candaan. Sebab sama sekali tidak ada unsur lucu dalam tren tersebut.

"Bisa jadi malah bullying berbalut prank. Jadi tidak bisa kata 'don't take too seriously' karena efek buruknya justru sangat besar," katanya.

Dia pun mengingatkan para orang tua agar bersikap bijak dan bisa memilih tren mana yang layak diikuti. Jangan hanya karena ingin viral, malah menyakiti fisik dan psikis anak.

"Bijak, bersikap bijak sebagai orang tua. Anak-anak itu kanvas yang masih bersih. Jangan dicoreng oleh tangan orang tuanya sendiri," kata dia.

(tst/pua)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)



"tren" - Google Berita
August 24, 2023 at 08:00PM
https://ift.tt/ABCgswH

Psikolog Sebut Tren Egg Crack Challenge Bisa Rusak Mental Anak - CNN Indonesia
"tren" - Google Berita
https://ift.tt/9zUJpTl
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Psikolog Sebut Tren Egg Crack Challenge Bisa Rusak Mental Anak - CNN Indonesia"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.