Search

Tren Ambil Jenazah Corona dan Upaya Redam Doni Monardo - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi jemput paksa jenazah pasien positif Covid-19 terjadi di Ambon, Maluku. Warga Ambon pada Jumat (26/6) mengambil jenazah pasien covid-19 dari ambulans yang hendak mengantarkannya ke taman pemakaman khusus Corona di Desa Hunut, Rumah Tiga, Kota Ambon dengan protokol kesehatan.

Pasien yang telah meninggal ini sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Haulussy Ambon Maluku. Pasien dinyatakan meninggal setelah terpapar virus Covid-19.

Pengambilan paksa jenazah ini dilakukan di tengah jalan saat ambulans menuju ke tempat pemakaman. Warga yang telah menunggu di Jalan Jendral Sudirman, Desa Batu Merah, Ambon Maluku mencegat ambulans dan langsung mengambil paksa jenazah yang telah dibungkus rapi dengan peti demi menghindari penularan.


Jenazah atas nama Hasan Keiya langsung diambil warga dan dibawa ke kediaman setelah sebelumnya warga pengambil paksa jenazah ini sempat baku hantam dengan aparat kepolisian hingga menyebabkan kemacetan.

Hasan Keiya sendiri merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah. Dia menderita sakit tumor setelah dirujuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Haulussy Ambon, Maluku.

Namun, selama pengobatan Hasan Keiya divonis rumah Sakit terinfeksi virus corona (Covid-19) setelah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.00 WIT.

Meski begitu keluarga tak percaya Hasan terinfeksi Virus Covid-19. Hasan kemudian dimandikan dan diperlakukan layaknya jenazah biasa yang tak terinfeksi Covid-19. Bahkan jenazah Hasan juga dikafani oleh keluarga, tidak seperti jenazah korban Covid-19 lainnya yang memang diperlakukan sesui dengan protokol kesehatan Covid-19.

Di Ambon sendiri sejak Kamis (25/6) kasus akumulasi positif yang tersebar di kota ini mencapai angka 578 orang yang tersebar di hampir semua kecamatan di Kota Ambon, Maluku.

Jumlah pasien meninggal dunia hingga Kamis tercatat sebanyak 11 orang. Sementara kasus dinyatakan sembuh sebnyak 120 orang.

Kejadian jemput paksa hingga memakamkan ramai-ramai tanpa mengindahkan protokol kesehatan Covid-19 bukan hanya terjadi di Ambon. Kejadian serupa juga pernah terjadi di beberapa tempat, teranyar adalah kejadian di Surabaya, Jawa Timur.

Saat itu, sejumlah driver Ojek Online ikut memakamkan kawan seprofesi mereka beramai-ramai. Padahal jenazah tersebut positif Covid-19 sebelum meninggal dunia.

Di tempat lainnya, peristiwa upaya penjemputan paksa jenazah pasien virus corona oleh pihak keluarga kembali terjadi di Rumah Sakit Dadi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6) malam.

Dalam hal ini, kepolisian berhasil menangkap tiga pelaku yang merupakan keluarga dari almarhum.

Respons Doni Monardo

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo bahkan menyoroti kejadian penjemputan paksa jenazah yang kerap terjadi ini. Saat berkunjung ke Jawa Timur, secara langsung Doni menyinggung soal klaster jemput paksa jenazah ini.

Untuk Jawa Timur sendiri Doni menyebut Gugus Tugasnya harus segera melakukan langkah antisipasi agar penularan melalui peristiwa serupa tak semakin meluas. Yakni, melalui pendekatan ke keluarga pasien dan memberikan sejumlah pengertian.

Hal ini tak menutup kemungkinan diterapkan juga di wilayah-wilayah yang kerap kali menjemput paksa jenazah positif Covid-19.

"Ini harus segera ada langkah untuk memutus mata rantai Covid-19 berikutnya. Sehingga mereka tidak kegabah untuk mengambil alih jenazah yang dampaknya akan timbul kasus baru," ujarnya.

(tst/asa)

[Gambas:Video CNN]

Let's block ads! (Why?)



"tren" - Google Berita
June 27, 2020 at 12:48PM
https://ift.tt/3eyO4Am

Tren Ambil Jenazah Corona dan Upaya Redam Doni Monardo - CNN Indonesia
"tren" - Google Berita
https://ift.tt/2FjbNEI
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Tren Ambil Jenazah Corona dan Upaya Redam Doni Monardo - CNN Indonesia"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.