Search

Tren Bahan Masakan Eropa dalam Kuliner Indonesia saat Pandemi - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 tak pelak membawa perubahan besar termasuk pada peta kuliner lokal maupun global. Bahan masakan dari Eropa pun kini jadi salah satu yang digunakan dalam kuliner di Indonesia.

Aktivitas yang banyak di rumah dan keterbatasan mobilitas membuat orang semakin berkreasi dengan cita rasa kuliner. Tengok saja Korean garlic bread dan yang paling kekinian croffle alias croissant plus waffle. Dua makanan ini populer di tengah pandemi virus corona.

Namun, bukan berarti makanan asing ini dapat dengan mudah sampai ke Indonesia. Ketersediaan bahan kerap jadi hambatan dan membuat harga jadi mahal.


Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bidang pelatihan sumber daya manusia, Alexander Nayoan, mengamati pangan asal Uni Eropa sempat pudar dari pasaran Indonesia.

"Makanan Uni Eropa sempat pudar dari pasar terutama di 2-3 bulan pandemi mulai. Sulit impor," kata Alexander dalam konferensi pers bersama EU Agrifood Indonesia, Rabu (25/8).

Namun perlahan situasi ini membaik dan justru mendatangkan tren baru. Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) misalnya, mau tidak mau membuat sejumlah usaha tutup atau membatasi jam operasional termasuk kafe dan restoran.

Alhasil, restoran harus berusaha keras untuk mendapatkan pesanan melalui daring karena masyarakat beralih ke media tersebut. Tren kuliner pada pemesanan online yang cepat berubah ikut memaksa pegiat kuliner ekstra kreatif. Mulai dari fast food mancanegara hingga makanan tradisional.

"Setelah itu trennya orang bosan dengan makanan Indonesia, [makanan yang itu-itu saja]. Yang nonton acara kompetisi memasak, mulai berpikir kreatif [untuk membuat olahan yang berbeda atau fushion]. Ini juga dibarengi dengan penjualan makanan Indonesia yang mulai turun karena semua terjun ke market yang sama," kata Alexander.

Untuk membuat inovasi baru, sebagian mengkreasikan makanan Indonesia dan Eropa. Tampilan ala Eropa tetapi rasa khas Indonesia atau sebaliknya. Misalnya olahan pasta dengan bumbu Indonesia, onde-onde tetapi dengan isian keju mozarella dan aneka kreasi lain.

Tak sedikit pula orang yang mencoba baking sederhana dan dikirim sebagai hantaran ke kerabat atau rekan kerja. Komentar-komentar positif pun mengalir, lalu memunculkan dorongan untuk menjual kreasinya.

Melihat tren kreativitas olahan makanan terutama dengan bahan-bahan impor ini, Alexander berpendapat bukan tidak mungkin suntikan pangan dari Uni Eropa bakal diterima positif oleh pasar.

"Kita melihat ada kesempatan untuk memperkenalkan lebih banyak rasa. Pun pangan Uni Eropa cocok untuk industri hotel dan restoran. Good means good, high quality. Kenapa? Mereka ada standard. Apalagi selama pandemi di mana kebersihan, higienitas, kualitas itu penting," tutur Alexander.

Simak tren bahan masakan Eropa dalam kuliner Indonesia saat pandemi di halaman berikut.

Perkawinan Bahan Eropa dan Makanan Lokal

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Adblock test (Why?)



"tren" - Google Berita
August 29, 2021 at 09:02PM
https://ift.tt/3ymDllz

Tren Bahan Masakan Eropa dalam Kuliner Indonesia saat Pandemi - CNN Indonesia
"tren" - Google Berita
https://ift.tt/2FjbNEI
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Tren Bahan Masakan Eropa dalam Kuliner Indonesia saat Pandemi - CNN Indonesia"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.