Search

Arah Tren Baru Proteksionisme Dunia dan Efeknya Ke Indonesia - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Isu mengenai kebijakan proteksionisme di sektor perdagangan global sempat mengemuka kala Amerika Serikat (AS) dan China terlibat aksi perang dagang.

Secara umum, dalam konteks perdagangan global, proteksionisme merupakan bentuk kebijakan ekonomi suatu negara yang merestriksi ekspor maupun impor dalam bentuk tarif, kuota maupun aneka regulasi lain. Tujuannya jelas, untuk memberikan perlindungan terhadap perekonomian domestik masing-masing negara.

Adapun, tren proteksionisme yang disulut oleh AS dan China terus bergulir dan bertumbuh ketika Paman Sam dipimpin oleh Donald Trump. Kini setelah tampuk kepemimpinan AS beralih ke Joe Biden, aroma perang dagang dengan China tak lagi sekuat sebelumnya. Meskipun demikian, praktik proteksionisme antara kedua negara belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Kini tren baru proteksionisme pun tampak mulai mengemuka kembali. Negara aktornya pun bertambah. Motif di balik kebijakan proteksionisme itu pun beragam. Namun, salah satu yang paling utama adalah faktor perang yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Sebagai catatan, para ekonom dan analis melihat perang antara Ukraina dan Rusia membuat rantai pasok global terganggu. Ritme perdagangan antarnegara di dunia pun turut terganggu karenanya.

Namun salah satu aksi proteksionisme yang mengemuka akhir-akhir ini dan memiliki tingkat urgensi yang tinggi terdapat di sektor pangan. Beberapa negara, bahkan telah mulai melakukan aksi proteksi terhadap produk pangan yang selama ini jadi andalan ekspor mereka.

Adblock test (Why?)



"tren" - Google Berita
March 10, 2022 at 02:28PM
https://ift.tt/Tst7qYI

Arah Tren Baru Proteksionisme Dunia dan Efeknya Ke Indonesia - Bisnis.com
"tren" - Google Berita
https://ift.tt/tGNmMrl
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Arah Tren Baru Proteksionisme Dunia dan Efeknya Ke Indonesia - Bisnis.com"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.