Search

[POPULER TREN] Deretan Bisnis Adiguna Sutowo, Mertua Dian Sastro | Tes PCR Negatif, Kapan Status Warna di PeduliLindungi Berubah? - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Hasil tes PCR sudah negatif Covid-19, tapi status di aplikasi PeduliLindungi masih berwarna hitam, apa yang harus dilakukan?

Karena masalah tersebut, seseorang mengeluhkan kesulitan bepergian meskipun sudah negatif Covid-19.

Berita soal status Pedulilindungi yang masih hitam sementara hasil tes Covid-19 sudah negatif menjadi yang paling banyak dibaca di laman Tren.

Selain itu, ada pula berita perihal bisnis dan kekayaan keluarga Ibnu Sutowo mertua dari artis Dian Sastrowardoyo, cerita pembuat platfrom edukasi sejuta.id, hingga menu penduduk di kota terdingin di dunia.

Selengkapnya, ini berita Populer Tren sepanjang Minggu (20/2/2022) hingga Senin (21/2/2022).

1. Tes PCR negatif, kapan status PeduliLindungi berubah?

Chief Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Setiaji mengatakan, warna status hitam pada aplikasi PeduliLindungi akan otomatis berubah menjadi hijau di hari ke 11 setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dibiarkan saja nanti juga akan hijau. Tidak perlu lagi tes PCR tetapi hasilnya itu baru akan hijau di hari ke 11 tadi,” jelasnya dalam koferensi pers yang dilakukan secara daring, Rabu (16/2/2022).

Solusi lainnya, pasien Covid-19 bisa menghubungi call center 119 ext. 9 atau mengirimkan email ke sertifikat@pedulilindungi.id.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: 

Tes PCR Negatif, Kapan Warna Status PeduliLindungi Berubah? Ini Penjelasan Kemenkes

Profil Adiguna Sutowo, anak dari mantan bos Pertamina Ibnu Sutowo, mertua Dian Sastrowardoyoinstagram @herworldindonesia Profil Adiguna Sutowo, anak dari mantan bos Pertamina Ibnu Sutowo, mertua Dian Sastrowardoyo

Adiguna Sutowo dikenal sebagai pemilik dan pendiri MRA Group. Ia merupakan anak dari mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) di era Orde Baru, Ibnu Sutowo.

Namanya juga dikenal luas sebagai mertua dari artis Dian Sastrowardoyo. Adiguna meninggal di usia 62 tahun pada 2021 lalu.

Perusahaan miliknya yang cukup terkenal adalah MRA Group yang merupakan akronim dari PT Mugi Rekso Abadi.

Perusahaan ini bergerak di bidang media yang meliputi penerbitan majalah, berita online, dan stasiun radio.

Selain media massa, MRA juga merambah bisnia lainnya seperti restoran, importir kendaraan mewah seperti Ferrari, hingga perhotelan.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: 

Bisnis dan Kekayaan Adiguna Sutowo, Mertua Dian Sastrowardoyo

3. Sejumlah negara tinggalkan prokes, ini kata WHO

Organisasi Keseharan Dunia (WHO) menyebut keputusan yang diambil oleh sejumlah negara meninggalkan ptrotokol kesehatan Covid-19 sebagai sesuatu yang terlalu prematur.

Pendapat ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Dr Mike Ryan dalam sesi Live Q&A on #COVID19 Variant of Concern, Selasa (16/2/2022).

"Gagasan untuk kita meninggalkan semua upaya protokol kesehatan ini, saya kira sebuah konsep yang sangat prematur di banyak negara untuk saat ini," kata Ryan.

Ryan menyebut apa yang dilakukan banyak negara saat ini untuk menghapus kewajiban bermasker, membatasi kerumunan, dan pelonggaran yang lainnya, hanya akan berdampak pada makin panjangnya umur pandemi ini akan berlangsung.

Penjelasan lengkapnya bisa disimak di sini: 

Banyak Negara Tinggalkan Prokes, WHO: Konsep yang Sangat Prematur

4. Andhika Sudarman pencipta platform Sejutacita.id

Andhika Sudarman, orang Indonesia pertama yang berpidato di wisuda Harvard Law School.Dok. Andhika Sudarman. Andhika Sudarman, orang Indonesia pertama yang berpidato di wisuda Harvard Law School.

Andhika membangun sebuah platform edukasi bernama Sejutacita.id pada 2020. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur, termasuk informasi acara atau kegiatan kampus.

Menurutnya, Sejutacita.id lahir berkat keresahannya di masa lalu yang tak banyak memiliki akses informasi terkait pengembangan diri.

Sejak dirilis, aplikasi tersebut telah diunduh sekitar 2,5 juta kali dan meraih penghargaan sebagai Best Apps of 2021 dari Google Play, mengalahkan beberapa unicorn dunia.

"Ngalahin 3 unicorn (Shipper, Canva, Clubhouse) dan puluhan kandidat lainnya," kata Andhika kepada Kompas.com, Sabtu (19/2/2022).

Selengkapnya dapat dibaca di sini: 

Cerita Andhika Sudarman, Lulusan UI dan Harvard Law School yang Membangun Platform Edukasi Sejutacita.id

5. Menu penduduk kota terdingin di dunia

Oymyakon adalah kota terdingin di dunia, suhu di Oymyakon mencapai minus 71,2 derajat celcius.

Makanan utama penduduk di Oymyakon adalah ikan-ikanan, daging dan produk susu.

Beberapa bahan dan bumbu makanan tak bisa didapatkan atau dibudidayakan di kota ini. Para penduduk harus mendatangkannya langsung dari luar wilayah Oymyakon.

Daging-dagingan seperti daging kuda, rusa, dan kelinci didapatkan dengan cara berburu di hutan liar. Dan satu-satunya sumber kalsium bagi penduduk kota ini adalah susu rusa.

Ketika tiba musim dingin, penduduk Oymyakon hanya akan mengonsumsi bahan makanan dari daging-dagingan, seringkali dimakan dalam kondisi mentah dan beku.

Seperti ikan beku, hati kuda beku, atau darah kuda yang dibekukan dan dicampur makaroni.

Selengkapnya dapat disimak di sini: 

Apa Menu Keseharian Penduduk yang Tinggal di Kota Terdingin di Dunia?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)



"tren" - Google Berita
February 21, 2022 at 05:30AM
https://ift.tt/GqELolQ

[POPULER TREN] Deretan Bisnis Adiguna Sutowo, Mertua Dian Sastro | Tes PCR Negatif, Kapan Status Warna di PeduliLindungi Berubah? - Kompas.com - KOMPAS.com
"tren" - Google Berita
https://ift.tt/VxtDWi3
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "[POPULER TREN] Deretan Bisnis Adiguna Sutowo, Mertua Dian Sastro | Tes PCR Negatif, Kapan Status Warna di PeduliLindungi Berubah? - Kompas.com - KOMPAS.com"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.