Search

BMKG Sebut Tren Gempa Susulan di Cianjur Melemah - Kompas.com - Nasional Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menyebutkan bahwa tren gempa susulan di Cianjur, Jawa Barat mulai menurun.

"Jadi memang tren terjadi penurunan itu sudah nyata. Dan ini menjadi pertanda bahwa tidak lama lagi kondisi akan aman kembali," kata Daryono di ruang rapat Komisi V DPR, Selasa (22/11/2022).

Hal itu disampaikannya saat rapat di Komisi V DPR, Selasa.

Baca juga: BERITA FOTO: 162 Orang Meninggal dan Ribuan Warga Mengungsi Dampak Gempa Cianjur

Mulanya, dia mengungkapkan bahwa magnitudo getaran gempa semakin melemah.

"Sejak pukul 12.00 tadi, kita sudah mencatat 130 kali gempa susulan. Yang terbesar susulannya magnitudo 4,2 dan yang terkecil magnitudo 1,2," terang Daryono.

Menurut Daryono, catatan-catatan magnitudo gempa itu menunjukkan bahwa BMKG telah memonitor gempa susulan Cianjur.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya memberikan informasi detail terkait aktivitas gempa yang terjadi.

Baca juga: Gempa Cianjur, 7 Santri Tewas Tertimpa Bangunan Saat Mengaji, Jenazah Dievakuasi Setelah 24 Jam Terjebak di Reruntuhan

Dari magnitudo terkini yaitu 1,2, BMKG menyimpulkan bahwa tren gempa susulan di Cianjur melemah.

"Melihat tren ini, kita cukup tenang karena terjadi fluktuasi data, meskipun trennya semakin mengecil. Jadi ini adalah besaran magnitudo yang kami plot menjadi diagram, dan ini tampaknya ada tren aktivitas magnitudonya semakin melemah," nilai Daryono.

Dia menambahkan, BMKG juga melakukan pemutakhiran data aktivitas gempa susulan setiap 6 jam sekali sejak gempa pertama terjadi magnitudo 5,6.

Pada 6 jam pertama, disebutkan bahwa gempa terjadi sebanyak 62 kali.

Kemudian, 6 jam kedua yaitu 39 kali. Enam jam ketiga sebanyak 17 kali dan terakhir 4 kali.

Baca juga: RSHS Bandung Tangani 71 Korban Gempa Bumi Cianjur

Diketahui, gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. Gempa itu dirasakan di sejumlah provinsi di Jawa Barat, Banten, juga DKI Jakarta.

Gempa itu menimbulkan ratusan korban jiwa.

Adapun warga meninggal dunia pasca gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat kini jumlahnya mencapai 103 orang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, mayoritas warga meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk saat peristiwa terjadi.

Baca juga: BERITA FOTO: Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Korban Gempa

"Data per Selasa (22/11) pukul 09.55 WIB, dilaporkan 103 orang meninggal dunia," kata Abdul Muhari dalam siaran pers, Selasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)



"tren" - Google Berita
November 22, 2022 at 05:07PM
https://ift.tt/1yRdZbI

BMKG Sebut Tren Gempa Susulan di Cianjur Melemah - Kompas.com - Nasional Kompas.com
"tren" - Google Berita
https://ift.tt/TZSJzfk
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "BMKG Sebut Tren Gempa Susulan di Cianjur Melemah - Kompas.com - Nasional Kompas.com"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.