Search

Wall Street Bangkit Lagi, Siap Keluar dari Tren Bearish? - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan hari Selasa (28/6/2022) pagi waktu New York, setelah hari sebelumnya ditutup melemah karena pasar gagal menjaga momentum reli saham akhir pekan lalu di tengah tren bearish yang sedang berlangsung.

Indeks yang berisi perusahaan blue-chip AS Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 1,3% di awal perdagangan. Dua indeks Wall Street lainnya juga bergerak positif dengan S&P 500 naik 1,2% dan indeks padat teknologi Nasdaq menguat 0,9%.

Pergerakan tersebut mengikuti penurunan kecil di Wall Street pada perdagangan hari sebelumnya. Investor masih mencari posisi dasar pasar dan berharap reli minggu lalu dapat bertahan, meskipun tampaknya tidak ada katalis yang jelas untuk Wall Street mengalami rebound yang berarti.


"Salah satu panggilan yang lebih sulit dalam bisnis ini adalah mengevaluasi perbedaan antara rebound di pasar bearish vs awal kenaikan yang lebih tahan lama," tulis Chris Verrone, analis teknis di Strategas, dilansir CNCBC International. "Rebound baru-baru ini sebesar +8% selama 4 hari perdagangan terakhir, sangat mengesankan di permukaan."

Tetapi karena tidak adanya pendorong utama, rebound tersebut menurut Verrone belum memberikan sinyal penguatan tahan lama dan jangka panjang.

Pada Selasa, China melonggarkan pembatasan Covid-nya bagi pelancong yang datang dan memotong waktu karantina pada saat kedatangan menjadi tujuh hari atau berkurang setengahnya.

Kebijakan tersebut memberi dorongan pada saham perjalanan dan kasino. Wynn Resorts dan Las Vegas Sands masing-masing naik lebih dari 7%. American, United dan Delta Air Lines semuanya menguat lebih dari 1%.

Beberapa bank besar menaikkan dividen mereka sebagai tanggapan atas keberhasilan menyelesaikan stress test Federal Reserve tahun ini, termasuk Bank of America, Morgan Stanley dan Goldman Sachs. Sementara itu, JPMorgan dan Citigroup, mengatakan persyaratan modal yang semakin ketat memaksa mereka untuk tidak mengubah dividen mereka.

Saham Morgan Stanley naik hampir 4% di sesi awal perdagangan.

Investor masih akan terus memantau lebih banyak data yang akan dipublikasikan pada hari Selasa termasuk indeks kepercayaan konsumen Juni untuk mengukur kesehatan ekonomi AS. Kekhawatiran resesi telah meningkat akhir-akhir ini karena The Fed mencoba memerangi lonjakan inflasi dengan kenaikan suku bunga secara agresif.

Saham Nike bergerak di zona merah dalam perdagangan pra-pasar bahkan setelah perusahaan pakaian dan peralatan olahraga itu melampaui pendapatan dan ekspektasi laba Wall Street di tengah penguncian Covid di China dan iklim ekonomi yang lebih keras bagi konsumen di AS.

Meskipun sempat melambung minggu lalu, S&P 500 turun hampir 14% pada kuartal kedua, dan berpotensi untuk mencatat kuartal terburuk sejak Q1-2020, awal mula pandemi menghantam pasar keuangan AS.

"Rebound dari posisi terendah pasar bearish adalah perubahan yang disambut baik, meskipun pertumbuhan ekonomi yang melambat dan kurangnya kapitulasi di antara investor membuat banyak investor skeptis terhadap ketahanan pemulihan," kata Mark Hackett, kepala riset investasi Nationwide.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Ini Dia Sentimen yang Bikin Pemodal Global Khawatir


Adblock test (Why?)



"tren" - Google Berita
June 29, 2022 at 06:15AM
https://ift.tt/TuIbFWm

Wall Street Bangkit Lagi, Siap Keluar dari Tren Bearish? - CNBC Indonesia
"tren" - Google Berita
https://ift.tt/Rf4T6Fo
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Wall Street Bangkit Lagi, Siap Keluar dari Tren Bearish? - CNBC Indonesia"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.